komprehensif
Jenis-jenis permasalahannya yang pertama itu ada masalah pedagogik literasi dan nunerasi kemudian masalah kedua itu tentang kesulitan belajar siswa kemudian masalah yang ketiga adalah membangun relasi atau hubungan dengan siswa dan orang tua siswa kemudian masalah yang keempat itu adalah pemahaman atau pemanfaatan model-model pembelajaran inovatif berdasarkan karakteristik materi dan siswa kemudian ada masalah yang kelima itu terkait literasi numerasi konsepsi dan host kemudian masalah yang keenam itu adalah pemanfaatan teknologi atau inovasi dalam pembelajaran itu ada 6.
Bagaimana cara ibu mengidentifikasi masalahnya?
Ya jadi saya mengidentifikasi masalahnya yang pertama saya melakukan refleksi jadi saya melakukan refleksi masalah-masalah apa yang terjadi di sekolah saya.
jadi dari refleksi itu baru saya menemukan jenis permasalahan ini.
selain refleksi apa lagi .?
Di jawab
Jadi ini juga saya sempat mewawancarai dan bertanya juga dengan rekan-rekan sejawat kira-kira masalah yang mereka temukan juga seperti apa di sekolah kita ini sehingga kami menyamakan oh ini adalah masalah-masalah yang timbul di sekolah.
Bagaimana cara mengeksplorasi ?
Jawab
Di sini saya melakukan wawancara juga kemudian berdasarkan sumber kajian literatur Bu jadi saya sempat mewawancarai rekan sejawat dan juga ini ketua MGMP untuk Saya mengeksplorasi masalahnya.
Dari hasil kajian literatur wawancara apa yang diperoleh ?
Jawab
Jadi diperoleh bahwa eksplorasi penyebab masalah itu yang di secara garis besar itu ada beberapa siswa yang kehilangan motivasi dalam belajar kemudian untuk ini adalah masalah.
pertama masalah kurangnya motivasi belajar jadi dari masalah itu saya mengambil tiga masalah yaitu masalah yang pertama saya identifikasi masalah kurangnya motivasi belajar peserta didik jadi di situ analisisnya ada beberapa siswa yang kehilangan motivasi dalam belajar kemudian kurangnya motivasi atau dukungan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik kemudian ada juga guru mengajar tidak sesuai langkah-langkah RPP yang disusun kemudian model pembelajaran yang tidak digunakan guru pada materi pokok pembelajaran Microsoft office intergrasi word ke Excel yang menjadi mail merge.
Guru kurang motivasi untuk meningkatkan kemampuan dalam melatih soal hots menyebabkan guru belum memahami dengan baik dalam membuat soal hot guru jarang mengikuti workshop pelatihan menyusun soal hot guru yang kurang mengikuti jarang mengikuti MGMP kurang referensi guru dalam menyusun soal hot bank soal buku guru dan buku pendukung dan guru kurang impact belum ada kesadaran guru tentang pentingnya peranan it dalam meningkatkan pelajaran.
Metode yang digunakan masalah terpilih :
Rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Informatika pengaruh tempat belajar kondisi kesehatan kecerdasan sarana dan prasarana waktu kurang metode pembelajaran yang bervariasi faktor orang tua emosional faktor teman kurangnya perhatian peserta didik kurang media dan sumber belajar kurang menegakkan disiplin malas belajar kurang percaya diri kesiapan belajar peserta didik tidak ada adanya tekanan dari guru.
Akar penyebab masalahnya
jawab
Penyebab masalah di sini model
Pembelajaran yang dilakukan tidak berpusat pada peserta didik dan kurangnya metode pembelajaran yang yang bervariasi, model pembelajaran yang monoton karena kurang inovatif.
Kurang fokus rendahnya pemahaman faktor teman sebaya kemajuan teknologi pengaruh gaya faktor lingkungan keluarga dan tempat tinggal peserta didik malas untuk belajar tidak pernah mengerjakan PR yang ditugaskan malas mencatat dan membaca kurang terbiasa dengan disiplin belajar kurang perhatian orang tua cara mengajar guru yang membosankan .
Salah untuk masalah yang kedua itu adalah media pembelajaran di sekolah itu sangat terbatas jadi misalnya LCD proyektornya ada 3 misalnya pada saat pembelajaran kalau sudah ada guru yang menggunakan maka kami yang lain tidak bisa menggunakannya. Atau lab juga leb hanya satu di sini jadi guru tidak kebagian atau jadwalnya berbarengan dengan guru yang mata pelajaran yang sama.
Menentukan solusi
Pelajaran yang saya akan gunakan itu adalah model pembelajaran PBL atau pjbl kemudian untuk masalah yang kedua ini nanti saya akan menggunakan media pembelajaran misalnya ada PowerPoint yang akan saya gunakan lkpd yang nanti saya akan bagikan pada saat pembelajaran dan juga nanti saya akan menggunakan video pembelajaran.
Untuk rencana aksi model yang mana
jawab
Model Project-Based Learning (PBL) atau Project-Based and Problem-Based Learning (PjBL), adalah model rencana aksi yang fokus pada pembelajaran berbasis proyek atau pemecahan masalah dalam suatu kegiatan belajar. Dalam PBL atau PjBL, siswa akan bekerja secara aktif dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek atau masalah yang otentik dan kontekstual. Berikut adalah langkah-langkah rencana aksi untuk model PBL:
Identifikasi tujuan dan hasil pembelajaran: Tentukan tujuan dan hasil yang ingin dicapai dari kegiatan PBL, seperti pemahaman konsep, keterampilan, dan sikap yang ingin diperoleh siswa.
Merancang proyek atau masalah yang terstruktur dan menantang: Buatlah proyek atau masalah yang relevan dan menarik bagi siswa yang berkaitan dengan konteks dan materi pelajaran.
Merancang strategi dan kegiatan: Mempersiapkan kegiatan yang mendukung pembelajaran siswa selama proses PBL, seperti, riset, diskusi kelompok, presentasi, dan umpan balik.
Mempersiapkan media dan sumber daya pembelajaran, seperti materi PowerPoint, LKPD, dan video pembelajaran.
Melaksanakan kegiatan PBL, dengan memandu dan mengawasi siswa dalam proses pembelajaran.
Evaluasi dan refleksi: Evaluasi hasil pembelajaran siswa dengan menggunakan instrumen penilaian yang sesuai, seperti tes, tugas, atau observasi. Mintalah siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka selama PBL.
Pembelajaran ada integrasi tentangTPACK teknologi panagogik konten knowledge
jawab
TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) dalam pembelajaran informatika. TPACK adalah suatu kerangka kerja yang menggabungkan pengetahuan tentang teknologi, pedagogi, dan konten dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran informatika, tujuannya adalah untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam proses pengajaran dan pemahaman materi. Berikut adalah beberapa cara untuk mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran informatika:
Sebelum merancang kegiatan pembelajaran informatika, tentukan topik dan materi yang akan diajarkan, seperti seperti integrasi antar aplikasi Microsoft word dan Microsoft Excel dengan menggunakan tab komponen mail merge.
Mengintegrasikan teknologi: teknologi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, seperti perangkat lunak pemrograman, simulator jaringan, atau alat pengolahan data. Perencanaan dan pemilihan teknologi yang tepat sangat penting agar peserta didik dapat mengembangkan keterampilan dan pemahaman yang relevan dalam informatika.
Mempersiapkan media dan sumber daya pembelajaran: yang dapat digunakan PowerPoint, LKPD, dan video pembelajaran untuk memperkaya konten dan menciptakan pengalaman belajar yang menarik.
instrumen penilaian yang sesuai untuk mengukur pemahaman siswa tentang konten informatika dan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi. Berikan umpan balik kepada siswa untuk membantu mereka mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
Dalam rangka menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan menarik, integrasi TPACK dalam pembelajaran informatika harus terfokus pada penggunaan teknologi, metode pedagogi, dan konten yang saling mendukung dan relevan.
PBL
Baik, penggunaan PBL untuk mengintegrasikan Microsoft Word dan Microsoft Excel melalui fitur Mail Merge adalah ide yang baik dan akan memberikan peserta didik pengalaman yang praktis serta meningkatkan pemahaman mereka tentang aplikasi tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam merencanakan PBL dengan integrasi Mail Merge dalam Microsoft Word dan Microsoft Excel.
Tujuan dari kegiatan PBL ini dapat mencakup pemahaman tentang cara menggunakan Mail Merge dalam Microsoft Word, mengimpor data dari Microsoft Excel, dan menggabungkan data untuk membuat dokumen yang dipersonalisasi.
Merancang proyek atau masalah yang terstruktur dan menantang:
Sebagai contoh, Anda bisa memberikan peserta didik tugas untuk membuat surat undangan atau memo yang dipersonalisasi untuk sekelompok orang dengan menggunakan data yang tersimpan dalam file Microsoft Excel.
Tentukan strategi dan kegiatan:
a. Mulailah dengan memberikan pengantar tentang Mail Merge dan alasan mengapa fitur ini berguna. b. Selanjutnya, demonstrasilah contoh penggunaan Mail Merge dalam menggabungkan informasi dari sebuah file Excel ke dokumen Word. c. Terangkan langkah-langkah yang terlibat dalam proses Mail Merge, seperti pemilihan tipe dokumen, penggabungan sumber data dari Excel, serta penyisipan kolom dan baris ke dalam dokumen.
Membentuk kelompok-kelompok siswa, dan memberikan waktu untuk them untuk bekerja pada proyek Mail Merge. Beri dukungan dan bantuan jika diperlukan.
Evaluasi dan refleksi:
Setelah proyek selesai, minta setiap kelompok untuk menyampaikan hasil proyek mereka. Gunakan instrumen penilaian yang sesuai, seperti rubrik atau skala penilaian, untuk mengukur pemahaman siswa tentang Mail Merge dan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan Microsoft Word dan Microsoft Excel.
Setelah selesai, diskusikan kembali tentang pengalaman mereka dan apa yang telah mereka pelajari selama proses PBL.
Dalam rangka menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan menarik, PBL akan membantu peserta didik mengintegrasikan penggunaan Mail Merge dalam Microsoft Word dan Microsoft Excel dalam konteks dunia nyata.
PENILAIAN
Penilaian aspek Pengetahuan
Tes evaluasi yang di berikan
a. Lisan (saat pembelajaran belangsung)
b. Tertulis(setelah pembelajaran
berlangsung)
2. Penilaian Keterampilan
a. Hasil LKPD dan diskusi
b. Saat pembelajaran berlangsung
3. PenilaianSikap,observasi,pengamatan,diskusi
a. Observasi
(saat pembelajaran
berlangsung )
b. Penilaian diri (saat pembelajaran usai)
c. Penilaian antar teman (saat pembelajaran
usai )
ASSESMENT
1.Rublik Asesmen Diagnostik :
Dilakukan diawal sebelum memulai
materi pembelajaran (Pre-test)
2. Asesmen Formatif :
Waktu pelaksanana dilakukan pada
awal dan akhir pembelajaran
Teknik asesmen dilakukan secara
observasi atau pengamatan langsung
Instrumen penilaian dilakukan
perkelompok & per perserta didik
3. Asesmen Sumatif :
Waktu pelaksanaan dilakukan pada
akhir materi (Post – test)
Teknik asesmen dilakukan dengan
metode quiz dengan aplikasi Quiziz.
Instrumen penilaian dilakukan dengan
penjumlahan penskoran per soal
Tujuan pembelajaran yang Anda tetapkan sangat baik sejalan dengan mengembangkan keterampilan peserta didik dalam menggabungkan berbagai aplikasi, berpikir kreatif, bekerja secara mandiri, dan berkolaborasi. Berikut adalah beberapa langkah dan cara yang dapat Anda gunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran ini:
Pilih dan tentukan aplikasi perkantoran yang akan digunakan, seperti Microsoft Word untuk pengolah kata, Microsoft Excel untuk pengolahan angka, dan Microsoft PowerPoint untuk presentasi.
Menjelaskan tentang tujuan
Rancang kegiatan atau proyek PBL yang menggabungkan penggunaan ketiga aplikasi ini. Contohnya, peserta didik diminta membuat rencana acara yang melibatkan pendataan peserta (Microsoft Excel), pembuatan undangan (Microsoft Word dengan Mail Merge), dan presentasi tentang acara tersebut (Microsoft PowerPoint).
Ibu Berikan pengarahan awal mengenai cara menggunakan masing-masing aplikasi dengan efektif dan cara mengintegrasikan mereka dalam proyek. Anda dapat memberikan contoh atau demonstrasi.
Bersama-sama dengan peserta didik, identifikasi tantangan atau masalah yang akan dipecahkan dalam proyek. Dalam hal ini, tantangan tersebut adalah menciptakan acara yang efisien dan menarik.
Pembagian kelompok siswa untuk mendorong kerja sama dan berbagi pengetahuan, serta mengatur waktu dan batasan yang cukup untuk mengerjakan proyek.
Selama proses PBL, pastikan untuk memberikan dukungan, sumber daya, dan bimbingan jika diperlukan. Sediakan bahan pelajaran tambahan untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan atau untuk mengembangkan pemahaman mereka.
Setelah proyek selesai, minta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja mereka, memberikan umpan balik, serta saling belajar dari ide dan strategi yang digunakan oleh kelompok lain.
Terakhir, evaluasi dan merefleksikan proses pembelajaran, serta kemampuan siswa dalam menggabungkan aplikasi, bekerja secara mandiri, berkolaborasi, dan berpikir kreatif.
Cakupan tujuan pembelajaran menggambarkan berbagai kemampuan dan pengetahuan yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sebagai hasil dari kegiatan belajar-mengajar. Tujuan pembelajaran yang baik harus jelas, menggambarkan hasil yang diharapkan, dan dapat diukur. Berikut adalah cakupan tujuan pembelajaran untuk proyek PBL yang telah Anda sebutkan:
Pemahaman konsep dan keterampilan penggunaan aplikasi perkantoran: Peserta didik harus mampu menggunakan berbagai aplikasi perkantoran (Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint) untuk menyelesaikan tugas-tugas dan melakukan berbagai operasi, seperti pengolahan teks, angka, dan presentasi.
Integrasi aplikasi: Peserta didik harus mampu mengintegrasikan informasi dan data dari satu aplikasi ke aplikasi lain, seperti menggabungkan data Excel ke dalam dokumen Word menggunakan Mail Merge.
Berpikir kreatif: Peserta didik diharapkan mampu menciptakan solusi unik dan inovatif untuk menyelesaikan proyek, serta menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran.
Kerja mandiri: Peserta didik harus mampu mengatur waktu, sumber daya, dan usaha mereka secara efektif, serta mengambil tanggung jawab untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kerjasama: Peserta didik harus mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan efektif, menghargai kontribusi anggota lain, serta mengatasi konflik dan persepsi yang berbeda dalam proses mencapai tujuan bersama.
Komunikasi: Peserta didik harus mampu menyampaikan ide dan informasi dengan jelas, baik secara lisan maupun tertulis, serta menggunakan berbagai alat dan teknik presentasi untuk memastikan bahwa pesan mereka disampaikan dengan efektif.
Dengan mencakup tujuan pembelajaran ini, membantu peserta didik berkembang dalam berbagai aspek dan mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang penting untuk keberhasilan di masa depan.
KKO
berbagai tingkatan dalam ranah kognitif yang diperkenalkan oleh Benjamin Bloom. Ranah kognitif Bloom terdiri dari 6 tingkatan, yaitu:
Pengetahuan (Knowledge): Di tingkatan ini, peserta didik diharapkan mengenal dan mengingat informasi dasar, istilah, atau konsep. Contohnya, pengenalan berbagai fungsi dasar dalam Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint.
Pemahaman (Comprehension): Peserta didik diharapkan dapat memahami konsep-konsep dasar dan menerapkannya dalam konteks yang baru. Contohnya, memahami cara mengimpor data dari Excel ke Word melalui Mail Merge.
Aplikasi (Application):
Peserta didik diharapkan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah atau tugas dalam situasi yang spesifik. Contohnya, menggunakan Mail Merge untuk membuat surat undangan yang dipersonalisasi.
Analisis (Analysis):
Peserta didik diharapkan dapat menguraikan informasi atau konsep ke dalam komponen-komponen, menyelidiki hubungan antara komponen tersebut, dan mengidentifikasi pola. Contohnya, menganalisis proses kerja Mail Merge dan mengidentifikasi langkah-langkah penting dalam proses tersebut.
Sintesis (Synthesis):
Peserta didik diharapkan dapat menggabungkan ide-ide atau konsep untuk menciptakan solusi atau konsep baru. Contohnya, mengintegrasikan penggunaan Word, Excel, dan PowerPoint dalam proyek PBL dan menciptakan rencana acara yang inovatif dan efisien.
Evaluasi (Evaluation):
Peserta didik diharapkan dapat menilai kualitas ide atau karya mereka sendiri dan orang lain. Contohnya, memberikan umpan balik tentang proyek tim lain dan membuat penilaian tentang kesesuaian solusi yang mereka tawarkan.
Dalam merancang tujuan pembelajaran dan kegiatan PBL, penting untuk memastikan bahwa semua tingkatan dalam ranah kognitif tercakup, agar peserta didik dapat mengembangkan berbagai keterampilan berpikir dan pemecahan masalah.
Comments
Post a Comment