Perlu ada pengelompokan perlu ada keberpihakan kita kepada potensi diri anak nah oleh sebabnya pembelajaran diferensiasi ini adalah solusi yang disepakati untuk digunakan pada program Merdeka belajar maupun di Kurikulum Merdeka. Merancang pembelajaran implementasi kurikulum Merdeka kurikulum 2013 kurikulum Merdeka belajar Kurikulum darurat diferensiasi tujuan pembelajaran dan asesmen yang seperti apa p boleh menggunakan sepenuhnya di sana atau boleh mengembangkan sesuai dengan keadaan yang terjadi di sekolah kemudian opsi ketiga adalah mandiri berbagi nah mandiri berbagi ini sudah barang tentu mulai dari kosnya ke sp-nya ya kurikulum operasional pendidikan sudah mulai dirubah kemudian mulai menggunakan berbagai regulasi terkait tentang kurikulum Merdeka ya itu misalnya mulai dari manajemen struktur muatan kurikulumnya dari intrakurikuler project profil pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler nah oke kita lupakan dulu kurikulum kawan-kawan ya fokus kita kali ini adalah mendesain pembelajaran diferensiasi dengan topiknya arahan kita itu adalah tujuan pembelajaran kemudian kegiatan pembelajaran dan assessment Oke penasaran seperti apa nih desainnya untuk pendekatan diferensiasi dalam sebuah rencana pembelajaran ikuti terus video ini sampai selesai

Iya oke kawan-kawan kita langsung saja praktik bagaimana mendesain sebuah pembelajaran dengan pendekatan diferensiasi Oke kita tadi sudah kenal ya diferensiasi itu seperti apa sedikit sudah saya jelaskan dan ini menurut Tomlinson menurut Tomlinson dalam bukunya how to diferensiasi instruction in ability classroom dijelaskan bahwa pembelajaran diferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa Oke kawan-kawan kita perhatikan yang digarisbawahi ya menyesuaikan proses pembelajaran yang artinya kita menyesuaikan mengadaptasikan tingkah laku murid potensi murid gaya belajar murid dan kesiapan belajar mereka terhadap tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran itu dan kemudian untuk memenuhi kebutuhan belajar ya kebutuhan belajar anak ini berbeda-beda bukan berarti bahwa pembelajaran diferensiasi berarti bahwa guru harus mengajar dengan 20 atau 25 tergantung jumlah siswa di dalam kelas misalnya 25 anak nih kita harus belajar 25 cara yang berbeda atau mengajar dengan pada saat penilaian dengan 25 soal yang berbeda bukan seperti itu jadi pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar terus yang kurang dengan yang kurang bahkan sebaliknya bukan pula bahwa memberikan tugas yang berbeda di setiap anak nah jadi pembelajaran diferensiasi ini bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut ya yang tumbuhan tinggi tapi gurunya lebih kreatif untuk memenuhi kebutuhan belajar muridnya yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus dimana Guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu Syifa misalnya dalam waktu yang bersamaan misalnya nah bukan juga seperti itu bukan pula guru tentunya malaikat ya kita ketahui malaikat bersayap misalnya tidak mungkin seperti Superman atau Batman yang bisa terbang ke sana kemari biar ada di tempat berbeda-beda dalam satu waktu misalnya tidak seperti itu nah lebih detail lagi bahwa pembelajaran berdiferensiasi ini adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid ya dengan memberikan keluasan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan nah sesuai dengan ada tiga konsep ini yang perlu kita perhatikan yaitu kesiapan belajar minat dan profil belajar siswa ini pandangan kominfo ya yang kita pakai di pendekatan diferensiasi kali ini atau juga diferensiasi ini eee dapat dikatakan serangkaian keputusan yang yang masuk akal misalnya yang dibuat oleh guru berorientasi kepada kebutuhan kawan-kawan ya jika kita mengacu kepada pembelajaran pembelajaran kita sebelumnya nah di mana kita selalu memutuskan sebuah keputusan dalam merancang pembelajaran yaitu dengan memihak kepada kita tanpa memikirkan kesiapan belajar anak minat dan profil belajar sudah barang tentu nih kawan-kawan yang perlu kita siapkan itu yang pertama adalah memetakan kebutuhan belajar murid ya kita katakan dulu yaitu kesiapan belajar kemudian minat belajar dan juga profil belajar murid nah kawan-kawan semestinya sebelum kita merancang pembelajaran kita pastikan dulu kita memiliki data ini sehingga rancangan kita benar-benar memenuhi kebutuhan belajar murid mengembangkan potensi diri anak kemudian berpihak kepada anak kalau belum dapat data ini maka selayaknya dalam pembelajaran diferensiasi belum bisa merancang sebenarnya kita perlu mendapatkan data dapatkan data ini dilakukan seperti apa ya teman-teman bisa melakukan assessment awal dalam bentuk tes dalam bentuk interview wawancara observasi dan sebagainya sesuai dengan bentuk komponen pembelajaran diferensiasi ada 3 ya kawan-kawan Yang


kalau kita pahami yang pertama itu konten pahami dulu bahwa konten itu meliputi isi apa yang dipelajari siswa biasanya konten ini berupa bahan ajar sumber belajar atau sajian-sajian yang menyangkut tentang kompetensi yang nantinya akan digeluti oleh murid nah mereka akan kaitkan dengan pengalaman hidup mereka bisa juga nanti diproses ya bagaimana siswa mengelola ide dan informasi nah ini biasanya menyangkut tentang metode cara pendekatan model ya strategi dan sebagainya bagaimana kita mengatur siswa dalam sebuah proses sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dengan mengembangkan minat dan bakat mereka dan yang ketiga itu bagaimana siswa menunjukkan apa yang telah dipelajari yaitu produk yang dibuat oleh siswa itu di label oleh guru yang harus begini harus begitu misalnya harus buat laporan atas bawah kiri kanan kertasnya bahkan kita patok ukuran dan warnanya pun kita pakai nah dalam pembelajaran diferensiasi murid diberi kebebasan untuk memilih jenis produk selama jenis produk itu masih menyangkut tentang kompetensi yang diajarkan dan masih mengacu kepada tujuan yang tidak tercapai nah bapak ibu kawan-kawan sekalian kita kenalin dulu biar lebih tidak diskonsepsi dalam implementasi pembelajaran diferensiasi ya ya yang pertama kita kenali dulu eee aspek kebutuhan belajar boy ya sudahkah bapak ibu menyiapkan eee kesiapan belajar murid berdasarkan mapel yang bapak ibu ampuh di kelas tersebut ya misalnya nih eh matematika misalnya kita akan belajar matematika ya sejauh sejauh awal mungkin kita sudah harus tahu dulu seberapa banyak dan sejauh mana kesiapan belajar anak-anak kita terhadap elemen-elemen pembelajaran matematika atau karakteristik matematika misalnya nih di kelas kelas 1 ya kelas 1 bapak ibu tetapkan atau bisa dilihat di kerangka kurikulum atau deregulasi-regulasi yang menyangkut tentang karakteristik matematika baik kan dengan materi yang akan diajarkan ya fokus pada materi yang akan diajarkan kemudian misalnya nih berhitung ya atau misalnya mengenal jumlah benda dan sebagainya nah dasar-dasar dari ilmu itu untuk mencapai tujuan itu apa saja misalnya kemampuan berhitung dari 1 sampai 10 nah kalau ketika beberapa banyak yang sudah mampu menghitung di awal ya kemudian bahasa Indonesia misalnya di kelas 4 mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung misalnya ketika kita ingin mempelajari materi tersebut pasti kesiapan belajar yang dibutuhkan itu adalah kemampuan membaca anak kemampuan menginterpretasi anak terhadap sebuah informasi ya apakah ini sudah di data belum berapa banyak anak yang membaca lancar ya yang belum lancar nah gimana kalau tujuan pembelajaran ditentukan misalnya peserta didik dapat mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung sementara ada beberapa anak yang membacanya saja belum mampu bagaimana supaya tujuan pembelajaran ini bisa tercapai nah itu menyangkut kesiapan belajar kawan-kawan ya kemudian untuk minat belajar dan profil belajar ini eee bisa kawan-kawan lakukan dengan observasi wawancara dengan wali kelas sebelumnya dan orang tua atau pemangku pemangku kepentingan yang dianggap terlibat langsung dalam kehidupan anak tersebut ya jadi biasanya kita kenal di asesment diagnostik itu ada asesment kognitif dan non kognitif nah ini bisa juga kita kaitkan dengan kesiapan belajar minat belajar dan profil belajar murid Oke jika kita sudah pahami seperti ini tonton sudah punya data di awal pembelajaran kawan-kawan kita sudah bisa menetapkan rancangan pembelajaran diawali dengan memetakan kompetensi dasar atau pencapaian pembelajaran kemudian mengidentifikasi materi ajar dan merancang pembelajaran termasuk di dalamnya adalah menentukan tujuan pembelajaran.

Kali ini karena ada sedikit perbedaan kurikulum di sekolah kawan-kawan sekalian saya mempraktikkannya menggunakan rencana rencana pelaksanaan pembelajaran RPP ya biar regulasi yang dipakai dalam penyusunan RPP ini adalah salah satu pokok Merdeka belajar yang diluncurkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan ada empat pokok itu salah satunya adalah penyederhanaan RPP dengan keluarnya surat edaran menteri nomor 14 tahun 2019 ya salah satu prinsip yang bisa kita kembangkan nanti yaitu menggunakan prinsip-prinsip efektif efisien dan berorientasi pada murid namun tidak menutup kemungkinan kawan-kawan 13 komponen RTP yang ada di RPP lama bapak ibu dan kawan-kawan sekalian ini masih bisa dipakai intinya terdapat tujuan pembelajaran langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan penilaian pembelajaran nah ini intinya sisanya itu terserah tonton kalau dianggap perlu dipakai kalau misalnya sudah tertulis di silabus tidak perlu ditulis lagi di RPP juga boleh lalu gimana dengan kawan-kawan yang sekolahnya udah menggunakan modul aja oke ya fokus kita kali ini pada tujuan langkah-langkah dan asesment pengembangannya disesuaikan dengan kurikulum masing-masing dan yang saya tampilkan ini hanya sebuah contoh buat kawan-kawan ya tidak perlu nanti diikuti silakan nanti disepakati bersama dengan teman-teman guru atau di KKG MGMP juga boleh disepakati seperti apa desain komponen RPP tapi ini yang saya tampilkan hanya sebuah contoh kawan-kawan fokus kita sekali lagi tujuan pembelajaran dia akan pembelajaran dan asesment entah itu modul aja entah itu RPP tetap tiga komponen ini ada ya ya oke ya ini ada satu kasus nih ya bukan kasus sebenarnya ini satu kebutuhan sori satu kebutuhan belajar di sebuah kelas setelah dilakukan asesment awal ya baik itu kognitif maupun non kognitif didapatkan keadaan seperti ini contoh nah kita coba merancang sebuah pembelajaran dengan keadaan seperti ini ini kebutuhannya ini yang disebut dengan kebutuhan belajar murid nah kita menyesuaikan kebutuhan anak ini ya dengan sumber belajar yang tersedia dengan aset yang tersedia di sekolah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai oke satu misalnya terdapat eh kelompok minat olahraga sini dan prakarya Oke ini setelah di buat diagnosa di awal didapatkan ada kelompok minat terdiri dari kelompok olahraga kelompok seni dan kelompok prakarya kemudian terdapat 5 anak yang belum dapat membaca lancar Oke ini bukan masalah sebenarnya ini tantangan buat si guru itu bagaimana untuk mencapai sebuah tujuan ketika terdapat 5 anak yang belum dapat membaca lancar sisanya udah bisa membaca misalnya kemudian yang ketiga gaya belajar murid di dalam kelas soalnya ada dua gaya belajar yaitu visual dan kinestetik ya Oke berarti kita sudah terbayang bahwa ketika kita menyajikan bahan aja atau mengarahkan siswa ke sebuah sumber belajar kita perhatikan juga ada anak yang lebih tahan ketika dia menonton video tapi ada anak yang lamban memahami sebuah konsep ketika dia menonton video dia harus membuat menempel bergerak dan sebagainya kemudian berdasarkan assessment awal yang si guru ini buat terdapat 12 anak yang belum mampu memahami keragaman budaya Oke ini karena materinya juga tentang keragaman budaya IPS ya contohnya seperti ini gurunya sedang melakukan asesment awal maka si guru itu sudah boleh merancang pembelajaran nah pembelajaran yang akan dirancang ini kawan-kawan memenuhi kebutuhan belajar anak nah untuk menggapai sebuah tujuan yang sama Oke sekarang kita akan menetapkan tujuan dengan satu tujuan keragaman anak dari 4 poin ini diharapkan bisa mencapai tujuan yang sama seperti tadi yang sudah saya sampaikan bahwa diferensiasi ini sangat kontainer menyiapkan konten sebanyak jumlah anak bukan ibu ya makanya kita pahami dulu supaya tidak terjadi diskonsepsi oke seperti biasa rancangan atau rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dan sering bapak ibu buat betul tampilannya mungkin kurang lebih seperti ini tapi kalau kawan-kawan mau tambahkan boleh mau dihilangkan sebagian juga boleh ya tergantung kebutuhan yang ada di sekolah tonton ya intinya tujuan pembelajaran ini harus ada kemudian kegiatan pembelajaran juga harus ada dan juga penilaian juga harus ada kawan-kawan ini saya sengaja memasukkan kompetensi dasar dan saya tambahkan satu profil pelajar Pancasila ini bagi sekolah-sekolah yang kurikulumnya masih kurikulum 2013 tapi ingin meng-implementasikan kurikulum Merdeka sebagian daripada prinsip kurikulum Merdeka yaitu apa yang kita implementasikan yaitu satu pembelajaran diferensiasi dua profil belajar Pancasila 3 mungkin asesment diagnostik ya Oke kalau mau lebih dari itu juga boleh silakan Oke next ya pertama kompetensi dasar ini yang mau diajarkan pada muatan atau pertemuan kali ini adalah kompetensi dasar kompetensi dasar IPS dua muatan ini yang akan diajar yang mau ditempuh murid ya nah sekarang kawan-kawan yang pertama kita tentukan dulu tujuan pembelajaran dalam merumuskan sebuah tujuan pembelajaran sudah barang tentu ada koridor-keridor yang perlu kita perhatikan di Kurikulum 2013 biasanya kita menggunakan rumus abcd ya audience behavior kondisi dan degree ya sementara di kurikulum Merdeka itu tujuan pembelajaran itu sering identik dengan menggunakan atau ketersediaan konten kompetensi dan ditambahkan juga kalau lebih dengan variasi ya nah tapi karena ini saya fokus ke kurikulum 2013 kita gunakan saja abcd ya Oke kita bikinkompetensi dasar IPS dua muatan ini yang akan diajar yang mau ditempuh murid ya nah sekarang kawan-kawan yang pertama kita tentukan dulu tujuan pembelajaran dalam merumuskan sebuah tujuan pembelajaran sudah barang tentu ada koridor-keridor yang perlu kita perhatikan di Kurikulum 2013 biasanya kita menggunakan rumus abcd ya audience behavior kondisi dan degree ya sementara di kurikulum Merdeka itu tujuan pembelajaran itu sering identik dengan menggunakan atau ketersediaan konten kompetensi dan ditambahkan juga kalau lebih dengan variasi ya nah tapi karena ini saya fokus ke kurikulum 2013 kita gunakan saja abcd ya Oke kita bikin tujuan pembelajaran yang pertama ya tujuan pembelajaran yang pertama kawan-kawan yaitu kompetensi dari bahasa Indonesia pengetahuan ini yang akan kita turunkan menjadi tujuan untuk membuat tujuan bapak ibu kita cermati kompetensi dasarnya ya kompetensi dasar di sini adalah mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan tulis atau visual Oke mencermati gagasan pokok kemampuannya adalah mencermati gagasan pokok ya dari kegiatan mencermati ini kawan-kawan kita terbayang dulu ya dia bisa apa nantinya misalnya arahnya untuk mengidentifikasi ya Oke kita tulis dulu identifikasi yang ingin dicapai dalam tujuan pembelajaran selanjutnya kawan-kawan kita terbayang model media yang akan digunakan sesungguhnya dalam merumuskan tujuan itu langkah-langkah pembelajaran sudah tergambar sebenarnya di sini ya contoh ini kita lihat lagi keadaan yang ada pada data awal kita cek lagi terdapat kelompok minat olahraga sini dan prakarya misalnya terus ada 5 anak yang belum dapat membaca lancar oke ada gaya belajar murid ada yang visual ada yang jenis ketik nah coba kita penuhi ya kita penuhi dulu untuk tujuan ya misalnya saya ini ini tujuan saya mungkin kawan-kawan bisa berbedalagi.





Comments

Popular posts from this blog

diperensiasi

Hari Jadi Pramuka ke 61 tahun 2022